Sering kita dengar orang mengatakan bahwa orang Indonesia itu kalau
di Singapura bisa berlaku tertib, sedangkan di negaranya sendiri, di
Indonesia, tidak pernah tertib. Kebanyakan bilang salah satu alasannya
adalah karena hukum dan peraturan ketertiban di Singapura ditegakkan
dengan benar-benar. Tentu saja itu adalah alasan yang sangat benar.
Namun demikian, ada salah satu faktor lagi menurutku yg bisa membuat
orang tertib atau rusuh, yaitu teladan.
Salah satu contoh yang aku alami sendiri adalah dalam hal berlalu
lintas. Pernah suatu kali aku berhenti di lampu merah (maksudnya di
perempatan dengan lampu pengatur lalu lintas). Karena aku yg paling awal
kena lampu merah, maka aku berhenti tepat di belakang garis batas.
Beberapa saat kemudian, satu dua sepeda motor juga berhenti di
sebelahku, juga di belakang garis batas.
Tidak berapa lama kemudian, ada satu sepeda motor yang berhenti
melewati garis batas, lumayan maju ke depan meskipun lampu masih menyala
merah. Dan ternyata, sepeda motor di sebelahku tiba-tiba juga ikut maju
melewati garis batas. Dan selanjutnya diikuti oleh beberapa sepeda
motor lain. Kemudian, saat kendaraan yang dari jalur lain sudah sepi,
para sepeda motor yang melewati batas itu langsung jalan meskipun belum
kesempatannya mendapatkan lampu hijau. Dan disusul beberapa sepeda motor
yg lain dari belakangku.
Kejadian semacam itu tidak satu atau dua kali ku